PAMEKASAN –Memasuki hari ketiga bulan suci Ramadan 1447 H, SDI Al Munawwarah Pamekasan terus konsisten membina karakter religius siswanya melalui rangkaian kegiatan khusus. Fokus utama kegiatan pada hari ini meliputi pendalaman materi pembelajaran keagamaan dan penyampaian tausiyah singkat sebagai penguatan spiritual.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini merupakan bagian dari kurikulum terpadu (Akademik & Al-Islam) yang diterapkan oleh SDI Al Munawwarah. Sebagai sekolah yang dikenal dengan lingkungan belajar suportif dan prestasi hingga tingkat internasional, momen Ramadan dimanfaatkan untuk memaksimalkan pembiasaan ibadah bagi sekitar 800 siswanya.
Pembelajaran dan Tausiyah sebagai Menu Utama
Sama seperti rangkaian kegiatan “Pondok Ramadan” pada umumnya, aktivitas hari ini diawali dengan pembelajaran di dalam kelas yang difokuskan pada materi fikih puasa dan adab islami. Siswa tidak hanya diajarkan tentang syarat sah puasa, tetapi juga nilai-nilai seperti melatih disiplin waktu, hidup sederhana, dan empati terhadap sesama.
Puncak acara hari ketiga ini ditutup dengan sesi tausiyah. Materi tausiyah menekankan pada hal hal yang membatalkan puasa dan hal hal yang mengurangi pahala puasa.
Selain pembelajaran teori, para siswa juga diarahkan untuk melakukan praktik langsung yang menjadi ciri khas pembiasaan di SDI Al Munawwarah, antara lain:
Tilawah dan Murojaah: Memperdalam hafalan dan bacaan Al-Qur’an.
Shalat Duha Berjamaah: Melatih konsistensi ibadah sunnah di pagi hari.
Pembiasaan Infaq: Menanamkan jiwa sosial sejak dini kepada seluruh peserta didik.
Kepala Sekolah SDI Al Munawwarah menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar setiap murid tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai makna Ramadan sebagai bulan penuh ampunan dan keberkahan.














